Haruskah Kita Memiliki Target dalam Hidup?

29 komentar
Konten [Tampil]
memiliki target dalam hidup

Hai Tems, tahun 2021 sudah sampai di bulan keempatnya, April. Adakah target 2021 yang sudah tercapai? Atau lagi dalam proses merealisasikan target? Apapun yang kamu lakukan saat ini, semoga mendekatkan kamu ke impian yang ingin dicapai ya.

Menetapkan Target

Bicara tentang target, umumnya kita selalu menetapkan target dalam melakukan pekerjaan. Tujuannya agar pekerjaan yang dilakukan memperoleh hasil yang memuaskan dan tepat sasaran. Target ga melulu harus tentang hal yang besar loh. Bahkan kegiatan harian juga bisa kamu buat targetnya. Misalkan, "hari ini aku akan beberes kamar, nyetrika baju dan menyelesaikan buku yang sedang dibaca"

Apa sih, manfaat memiliki target?

1. Punya Peta yang Jelas 

Kalau kamu punya suatu tujuan, maka cara untuk mencapainya adalah memecah tujuan itu ke dalam target-target kecil yang paling mungkin dicapai. Nah, target-target itu yang nantinya akan menuntun kamu hingga mencapai tujuan. Misalkan punya target IPK semester 3.5. Langkah yang bisa kamu lakukan antara lain mengerjakan tugas tepat waktu, melaksanakan riset saat tugas, menambah referensi materi dari website, ikut kelompok belajar, punya persiapan awal materi sebelum mulai kelas dan sebagainya. 

Setiap kali kamu berhasil mencapai target-target kecil tersebut, maka kamu selangkah lebih dekat dengan tujuan.

2. Jadi Makin Bangga dengan Diri Sendiri

Saat berhasil menyelesaikan target, kita akan merasa puas dan bangga dengan diri sendiri karena berhasil menyelesaikan apa yang telah direncanakan, sesederhana apapun itu. Jika targetmu adalah menghasilkan karya, saat karya tersebut selesai dan hasilnya bagus, kamu pasti akan merasa puas. 

bangga dengan diri sendiri

Jadi, kalau sekarang kamu suka merasa malas-malasan dan kurang termotivasi, mungkin kamu bisa membuat target-target sederhana. Seperti minum air yang cukup, mencuci piring sehabis makan, baca buku, dll. Jangan menganggap remeh target kecil yang kamu buat. Poin pentingnya adalah kamu bisa menyelesaikan semua target itu dengan baik. Dan lihatlah gimana bangganya kamu dengan diri sendiri saat berhasil menyelesaikan semua target tersebut

3. Percaya Diri Meningkat

Kadang, kita membuat beberapa target yang tinggi untuk diri sendiri. Seperti lulus kuliah tepat waktu, nilai rapor minimal 85, dan sebagainya. Mungkin diawal akan terasa berat dan ga mungkin. Tapi percayalah, selama kamu terus berjuang mencapai target maka ga ada hal yang ga mungkin. Dan saat kamu berhasil mencapai target yang dirasa berat itu, kepercayaan diri kamu meningkat. Tantangan yang awalnya terasa berat itu, berhasil kamu taklukkan.

Untuk 2021, MbaKrib ga punya target yang muluk-muluk sih. Kalau untuk blog, targetnya sudah pernah MbaKrib tulis di postingan "Harapan untuk Blog MbaKrib". Targetnya yang realistis aja. Yang penting MbaKrib menjadi selangkah lebih maju dan selangkah lebih baik dibandingkan dengan saat ini.

Be Realistic!

Selain mencapai target, proses saat kamu mencapainya juga penting loh. Jangan sampai kamu merasa tertekan, stres dan ga bahagia saat menjalani prosesnya. Kalau kamu merasakan hal tersebut, coba lihat kembali targetnya, sesuai ga dengan kondisimu saat ini. Bisa jadi target yang kamu buat kurang realistis dan malah jadi "maksa". 

Realistis itu penting Tems. Jika saat ini kamu baru belajar duduk, jangan pasang target dalam sebulan sudah harus bisa berlari. Ya bakalan pingsan. Jika saat ini baru bisa masak telor ceplok jangan bikin target dalam sebulan sudah harus bisa masak ala chef Juna. 

Realistis itu penting. Kamu harus mengetahui kekuatanmu, kemampuanmu serta waktu yang kamu miliki. Jangan sampai karena fokus mengejar target yang terlalu tinggi, kamu kehilangan kebahagiaan diri sendiri.

Semangat mengejar target Tems :)

Febrina
Hai, aku Febrina. Selamat menjelajah di ruang ceritaku

Related Posts

29 komentar


  1. Harus sih, seseorang yang hidup di dunia ini punya target hidup . Entah target dalam mencapai cita - cita demi masa depan lebih baik maupun target untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik. Namun, hanya saya dalam menggapai target hidup haruslah melihat kapasitas diri mampu tidak ya dalam menggapainnya jangan sampai karena hal itu kondisi tubuh dan pikiran jadi drob hal itulah yang juga saya jadikan patokan juga untuk hidup saya. Terima kasih, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Harus liat kemampuan dan keadaaan kita juga. Salam kenal juga mba :)

      Hapus
  2. Kadang tuh harus sering-sering dibaca targetnya mba, kadang suka lupa gitu apa si yang ingin dicapai sebenarnya. Dan setuju banget sama apresiasi dengan target kecil, bisa bikin bahagia sebenarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ga dibaca bisa lupa mba. Bahkan kadang ga ada progress karena asik rebahan :D

      Hapus
    2. Iya lupa ada target yang mau dicapai jadilah asik rebahan aja wkk

      Hapus
  3. Wohooo kadang juga dari telor ceplok bisa juga jadi chef... Chef ala ala maksudnya😂 setuju dari target Yang kita buat kemudian di pecah jadi target-target kecil agar gampang mencapainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba. Dimulai dari hal-hal yang kecil dulu. Dilakukan dan diapresiasi. Nanti bisa jadi sesuatu yang besar yang ga pernah disangka

      Hapus
  4. Saya bikin petanya semangat bgt.. Karena keliatan goal besarnya. Tapi sering nya belum disiplin memperhitungkan langkah2 kecilnuntuk mencapai goal yg besar tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Small things that matters. Dalam membuat target, hal-hal kecil yang sering dilupakan karena udah keburu lihat gambaran besarnya mba. Padahal kalau ga ada langkah-langkahnya target jadi sulit tercapai

      Hapus
  5. Perencanaan dan target hidup adalah bagian dari ikhtiar hidup itu sendiri sebelum akhirnya kita bertawakal atas hak preogatif Allah untuk memberikan hasilnya atas usaha kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener pak. Kita harus ikhtiar sebaik mungkin, dan biarkan Allah menentukan hasilnya

      Hapus
  6. Butuh banget evaluasi target ketika sudah sampai tengah perjalanan, bukan hanya ketika sudah sampai akhir tahun. Biasanya semangatnya di awal. Beberapa bulan kemudian, sudah lupa dengan targetnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku banget nih mba. Pas awal-awal semangat, pas ditengah jalan udah mulai males. Istiqomah memang berat

      Hapus
  7. Dulu waktu gak realistik bikin stres nargetin sesuatu. Alhamdulillah sekarang udah mulai menyadari gimana caranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang sikap ga realistis bikin target karena kita ga sabar dalam berproses. Maunya hasil yang cepet dan langsung sukses. Dan pas udah sadar kalau segala sesuatu itu ga perlu buru-buru, aku jadi lebih woles dan ga stres juga

      Hapus
  8. Setuju dengan jangan meremehkan target kecil. Soalnya aku mah, seringnya bikin target kecil². Seperti hari ini, target setengah jam untuk angkatin jemuran, melipatnya, lalu kasih makan kucing. Target kecil yang tercapai bikin target besar yang dituju lebih ringan, yaitu masak heuheu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit ya mba..

      Hapus
  9. Aku sering nggak realistis. Pinginnya semua kelar dalam waktu bersamaan. Pada akhirnya, yang didapat cuma stres. Sekarang belajar enjoy, tapi tetap punya target yang udah diklasifikasikan urgent ato tidak. Terima kasih tipsnya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga gini mba. Pengennya semua cepat, langsung sukses dan bisa. Ujung-ujungnya malah stres sendiri. Pas udah paham kalau semuanya ga harus buru-buru, akku jadi lebih woles dan ga gampang stres

      Hapus
  10. Tulisannya reminder aku banget nih. Apalagi yang bagian ini "kalau sekarang kamu suka merasa malas-malasan dan kurang termotivasi, mungkin kamu bisa membuat target-target sederhana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimulai dari hal yang kecil dan sederhana ya mba. Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit

      Hapus
  11. Nah, ini lo.. target yang realistis. Sebenarnya targetku masih realistis sih mbak, pengen berat badanku kembali ke angka 53-55 gitu. Masalahnya usahaku yang nggak realistis, cuma dalam mimpi doang, hasilnya nol prutul. TImbangan ajeg aja nggak turun2 wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting bahagia mba. Selagi ga masuk zona overweight mah, kalem aja.(Prinsip aku nih. Hehehe)

      Hapus
  12. Perlu banget target, biar jalan hidup lebih terarah dan semangat karena ada yang ingin dicapai. Meski kadang tidak semua target tercapai... Harus tetap menyiapkan ruang ketidak terdugaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Target membantu banget kita untuk keep on track ya bun..

      Hapus
  13. Harus banyak belajar soal ini nih. Masih permisif kadang sama diri sendiri.
    Apalagi sejak sakit.
    Makasih ya motivasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bundaaa....jangan permisif dong. Bunda itu keren banget.

      Hapus
  14. Aku harus banyak2 belajar deh dari kamu mbaa... Tulisan ini semakin membuat aku sadar... Ehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... kita sama-sama belajar mba

      Hapus

Posting Komentar